Cara Memantau Traffic Pemakaian Internet Client Per IP di Mikrotik

Cara Melihat Traffic Pemakaian Internet Client Per IP di Mikrotik - Salah satu faktor penyebab koneksi internet pada sebuah jaringan LAN terasa lambat biasanya karena jaringan dalam keadaan sibuk yang menyebabkan lalu lintas data menjadi padat (full traffic), impactnya yaitu menyebabkan user lain terkendala ketika mengakses internet.

Case seperti ini sering terjadi pada sebuah jaringan LAN yang tidak menerapkan mekanisme pembagian bandwidth yang merata (QoS), akhirnya terjadilah monopoli bandwidth oleh user-user tertentu, misalnya saja di jaringan sobat ada user yang sedang streaming video Full HD atau download file dengan size yang sangat besar.

Credit : www.pixabay.com

Selain menerapkan fitur QoS (Quality of Service), dengan router mikrotik kita juga bisa melakukan tracking untuk mengetahui user / client mana saja yang memakan traffic cukup besar, tentu saja dengan asumsi bahwa sobat belum menerapkan limitasi / pembagian bandwidth baik menggunakan simple queue maupun queue tree.

Memantau Traffic Client Melalui Mikrotik

Untuk mengetahui user mana saja yang memakan traffic cukup besar, router mikrotik sudah dilengkapi dengan fitur "torch" yang bisa kita gunakan. Untuk menggunakan tool ini caranya cukup mudah.

Silahkan sobat login ke router mikrotik via winbox, kemudian klik menu Interfaces, klik interface yang mengarah ke jaringan lokal (misalnya disini saya pakai ether5), kemudian klik kanan lalu pilih Torch.


Setelah itu akan terbuka jendela Torch seperti gambar di bawah, tool torch ini sangat efektif sekali untuk melihat pemakaian bandwidth tiap-tiap IP client secara realtime. Selain traffic, kita juga bisa memonitor alamat IP yang dituju oleh client beserta dengan port dan protocolnya.

Centang Collect - Port, lalu klik tombol Start, untuk menampilkan IP user dengan pemakaian bandwidth tertinggi agar berada di posisi paling atas, kita bisa mengurutkannya dengan cara mengklik Tx Rate seperti yang saya tandai.

Terlihat juga total bandwidth Tx dan Rx yang terpakai oleh semua user yang ditandai warna merah.


Dari hasil analisa di atas, bisa dilihat bahwa alamat IP 192.168.12.69 lah yang memakan traffic paling tinggi mencapai 4.0 Mbps. Kita sudah tahu alamat IP mana yg memakan traffic paling besar, masalahnya adalah bagaimana cara kita mengidentifikasi IP tersebut milik siapa ?

Hal ini bukan masalah jika di jaringan sobat menggunakan IP static dalam pengalokasian alamat IPnya, karena sudah dipastikan sobat memiliki data yang lengkap untuk mengidentifikasi user tertentu menggunakan IP berapa saja.

Tapi bagaimana jika jaringan kita menerapkan metode DHCP dalam pengalokasian alamat IPnya ? mudah saja sob, caranya klik menu IP -> DHCP Server -> klik tab Leases, lalu cari alamat IP 192.168.12.69 melalu kotak pencarian di sebelah kanan atas.

Disini saya berhasil menemukan dan mengidentifikasi bahwa alamat IP tersebut dimiliki oleh user dengan hostname bacbox-linux (laptop saya sendiri).


Dengan mengetahui hostnamenya, kita sudah bisa mengidentifikasi alamat IP tersebut milik siapa, kita bisa memperingatkan pemilik IP tersebut agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu jaringan seperti streaming video Full HD maupun download file dengan kapasitas yang besar.

Tips !!

Agar monopoli bandwidth seperti ini tidak lagi terjadi di jaringan sobat, saya sarankan sobat untuk melakukan limitasi bandwidth secara merata, tujuannya agar semua user mendapatkan alokasi bandwidth yang sama, sobat bisa menggunakan queue simple untuk keperluan tersebut.


Demikian tutorial singkat kali ini, semoga bermanfaat dan terimakasih.

Subscribe to receive free email updates: